Sebuah Dekonstruksi Fisika Modern Menuju Logika Sistem yang Terpadu
Alam semesta bukanlah ruang kosong yang diisi oleh benda-benda terpisah. Realitas yang sebenarnya adalah satu sistem gelombang yang kontinu dan tak terputus.
- Medium Tunggal: Segala sesuatu—mulai dari bintang hingga partikel terkecil—adalah getaran pada medium yang sama.
- Ilusi Pemisahan: Kita melihat objek sebagai entitas terpisah hanya karena keterbatasan sensorik manusia yang menangkap realitas secara terputus-putus (snapshot), padahal alam bekerja secara mengalir tanpa jeda.
Bagaimana getaran yang tidak berwujud menjadi benda yang keras dan padat? Jawabannya adalah Resonansi dan Stabilitas.
Partikel bukanlah "bola kecil" materi, melainkan manifestasi dari gelombang yang mencapai status Standing Wave (Gelombang Diam). Gelombang hanya bisa mengunci diri jika memenuhi syarat geometri yang pas:
n * lambda = 2 * pi * r (Jumlah gelombang x Panjang gelombang = Keliling lintasan)
Massa bukanlah "zat" tambahan, melainkan sifat dari energi yang sedang tidak merambat (diam). Berdasarkan hukum kesetaraan energi:
E = m * c^2
Maka, Massa (m) hanyalah Energi (E) yang terperangkap dalam satu koordinat ruang:
m = E / c^2
Materi padat adalah energi yang sedang "lari di tempat" dengan frekuensi sangat tinggi.
Interaksi antar benda bukan disebabkan oleh "grid" atau "kain" yang melengkung, melainkan konsekuensi logis dari interaksi antar kepadatan energi.
Setiap konsentrasi energi (Massa) secara natural akan menarik sistem di sekitarnya karena mereka berada di dalam medium yang sama. Kekuatan tarikannya sebanding dengan jumlah energi yang terkumpul:
F = G * (m1 * m2) / r^2
Cahaya memiliki energi. Karena energi memiliki "bobot" atau nilai massa fungsional, maka cahaya ditarik secara langsung oleh gravitasi objek besar (seperti Matahari). Cahaya membelok karena ia bereaksi terhadap tarikan sistem energi yang lebih besar di dekatnya.
Fenomena "aneh" di dunia mikro sebenarnya hanyalah masalah Sampling Data, bukan kejadian ajaib.
- Snapshot (Pengukuran): "Runtuhnya fungsi gelombang" hanyalah pengambilan satu sampel data dari gelombang yang aslinya terus mengalir secara kontinu.
- Entanglement (Keterhubungan): Dua partikel yang terpisah jauh sebenarnya adalah ujung-ujung dari satu gelombang yang sama. Mengubah satu sisi otomatis berdampak pada sisi lainnya karena mereka adalah satu tubuh yang belum terputus.
- Dinding Logika (Kamar Penuh): Benda terasa padat karena semesta melarang dua fasa gelombang yang sama menempati koordinat resonansi yang sama. Penolakan sistem inilah yang kita rasakan sebagai "kekerasan" sebuah benda.