Q1: "Kenapa Anda bilang semesta itu pasti (deterministik)? Bukankah prinsip ketidakpastian Heisenberg membuktikan alam itu acak?"
Jawaban Logika Gelombang Utuh: Ketidakpastian itu bukan sifat alam, tapi keterbatasan alat ukur. Bayangkan Anda memotret baling-baling kipas yang berputar cepat. Hasil fotonya blur. Apakah kipasnya acak? Tidak, kipasnya punya jalur pasti, tapi kamera Anda tidak cukup cepat menangkapnya. "Keacakan" kuantum hanyalah hasil dari pengambilan sampel (snapshot) yang tidak lengkap terhadap gelombang yang sebenarnya mengalir secara kontinu.
Q2: "Bagaimana mungkin sesuatu jadi gelombang dan partikel sekaligus? Itu kan dualisme yang misterius!"
Jawaban Logika Gelombang Utuh: Tidak ada misteri di sana. Itu hanya masalah fasa.
- Gelombang adalah energi yang sedang menyebar/merambat.
- Partikel adalah gelombang yang sedang beresonansi dan "terkunci" di satu tempat (Standing Wave). Sama seperti air yang bisa jadi arus (mengalir) atau jadi pusaran (menetap di satu titik). Zatnya tetap sama (getaran), perilakunya saja yang beda.
Q3: "Fisika modern bilang gravitasi bukan gaya tarik, tapi kelengkungan ruang-waktu. Anda salah kalau bilang itu tarik-menarik!"
Jawaban Logika Gelombang Utuh: Kelengkungan ruang-waktu hanyalah bahasa matematika untuk mendeskripsikan apa yang terjadi. Mesin penggeraknya tetaplah interaksi tarik-menarik natural antar konsentrasi energi. Cahaya melengkung bukan karena jalannya miring, tapi karena cahaya adalah energi, dan energi punya "bobot" sistem yang secara otomatis ditarik oleh gravitasi objek yang lebih besar. Sederhana, tanpa perlu membayangkan "kain" atau "grid" yang dipaksakan.
Q4: "Bagaimana Anda menjelaskan Entanglement yang bisa berkomunikasi instan melampaui kecepatan cahaya?"
Jawaban Logika Gelombang Utuh: Tidak ada "komunikasi" atau "pengiriman sinyal" di sana. Dua partikel yang terhubung itu sebenarnya adalah satu fungsi gelombang yang sama yang belum terputus. Ibarat Anda memegang ujung kanan dan ujung kiri selembar kain; saat Anda tarik ujung kanan, ujung kiri pasti ikut bergerak secara instan. Bukan karena ada sinyal ajaib, tapi karena mereka adalah satu tubuh.
Jawaban Logika Gelombang Utuh: Karena adanya aturan "Kamar Penuh" (Eksklusi). Di level gelombang, sistem semesta melarang dua fasa getaran yang sama untuk menempati koordinat resonansi yang sama. Saat tangan Anda menyentuh meja, gelombang elektron tangan Anda mencoba "masuk" ke slot yang sudah diisi oleh gelombang elektron meja. Sistem menolak tumpang tindih ini, dan penolakan itulah yang kita rasakan sebagai "benda padat".
Rumus itu hanya alat hitung, bukan kenyataan aslinya. Kenyataannya adalah sistem yang bekerja secara logis dan terpadu
Massa = Energi yang Diam Terkunci